Minggu, 06 April 2014

Sehelai Mimpi

Terbangun di mimpi beralas permata.
tersentuh ilalang berhati emas.
indanya dunia dengan sandiwara.
seperti mimpi yang tak pernah terbangun.

tak ingatkah aku yang selalu berdiri.
meminta hujan dari hatimu.
kau datang untuk bermimpi.
beriku air mata yang sebenarnya takku ingin.

embun pagi kau putar menjadi dinginnya senja.
dan kita tertawa di gelapnya malam.
sehingga ku tak melihat sisi gelap perasaanmu.

tapi aku hanyalah sebuah mimpi.
dimana sedihmu berubah menjadi tawamu.
lalu kau bangun dengan sejuta senyum dariku,
yang kau sebut mimpi... dan menaruh senangmu,
pada hati yang lain didunia sebenarnya ......

1 komentar: