Sabtu, 05 April 2014


Cintaku tak seperti Agamaku
Segala yang aku utaran bukan sekedar tulisan.
Dilanda rasa suka, itu hanya formalitas belaka.
Apa yang tak indah didunia.
Bila langit menyuguhkan ribuan gemerlap bintang.

Cinta itu mematahkan imanku.
Aku dijanjikan sebatang mawar.
Tapi aku terpesona pada seutas duri.
Mengapa ?

Ini bukanlah rindu ataupun jodoh.
Tapi pilihan yang begitu menyiksa.
Menghidar bukanlah solusi.
Dan diam bukanlah emas yang bernilai.

Terkadang pikiran selalu lupa mengikat syukur.
Ini bukan ujian Tuhan, tapi masalah yang membengkak dihati.
Hati yang selalu lupa dengan air mata dikala sujud.
Dan raga yang enggan menyentuh lantai untuk berdoa.

Ingatlah ....
Agamamu lebih indah dibandingkan surga dunia.
Agamamu lebih sejuk dibandingkan panorama lembayung senja.
Agamamu terang dibandingkan gemerlap lampu sorot kota.
Dan Agamamu mengajarkan cinta bukan rasa suka diatas nafsu.


“Janganlah kamu mengawini wanita-wanita musyik, sebelum mereka beriman.
Sesungghnya wanita yang beriman lebih baik daripada wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu.” (Al-Baqarrah : 221).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar