Minggu, 06 April 2014

Sehelai Mimpi

Terbangun di mimpi beralas permata.
tersentuh ilalang berhati emas.
indanya dunia dengan sandiwara.
seperti mimpi yang tak pernah terbangun.

tak ingatkah aku yang selalu berdiri.
meminta hujan dari hatimu.
kau datang untuk bermimpi.
beriku air mata yang sebenarnya takku ingin.

embun pagi kau putar menjadi dinginnya senja.
dan kita tertawa di gelapnya malam.
sehingga ku tak melihat sisi gelap perasaanmu.

tapi aku hanyalah sebuah mimpi.
dimana sedihmu berubah menjadi tawamu.
lalu kau bangun dengan sejuta senyum dariku,
yang kau sebut mimpi... dan menaruh senangmu,
pada hati yang lain didunia sebenarnya ......

Sabtu, 05 April 2014


Cintaku tak seperti Agamaku
Segala yang aku utaran bukan sekedar tulisan.
Dilanda rasa suka, itu hanya formalitas belaka.
Apa yang tak indah didunia.
Bila langit menyuguhkan ribuan gemerlap bintang.

Cinta itu mematahkan imanku.
Aku dijanjikan sebatang mawar.
Tapi aku terpesona pada seutas duri.
Mengapa ?

Ini bukanlah rindu ataupun jodoh.
Tapi pilihan yang begitu menyiksa.
Menghidar bukanlah solusi.
Dan diam bukanlah emas yang bernilai.

Terkadang pikiran selalu lupa mengikat syukur.
Ini bukan ujian Tuhan, tapi masalah yang membengkak dihati.
Hati yang selalu lupa dengan air mata dikala sujud.
Dan raga yang enggan menyentuh lantai untuk berdoa.

Ingatlah ....
Agamamu lebih indah dibandingkan surga dunia.
Agamamu lebih sejuk dibandingkan panorama lembayung senja.
Agamamu terang dibandingkan gemerlap lampu sorot kota.
Dan Agamamu mengajarkan cinta bukan rasa suka diatas nafsu.


“Janganlah kamu mengawini wanita-wanita musyik, sebelum mereka beriman.
Sesungghnya wanita yang beriman lebih baik daripada wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu.” (Al-Baqarrah : 221).
Petuah Sang Guru


Apa gunanya memiliki cinta yang berlebih.
kalau kau hanya selalu merasa letih.
mulutpun enggan mengucap tasbih.
karena tangan hanya suka menggenggam smartphone canggih.
 
Janganlah sombong jika peluh orang tua yang masih kau makan.
ingatlah Tuhan agar selalu jadi pengangan.
karena setiap langkahmu adalah penggalan dari pengalaman.
agar hidup tidak selalu menadah imbalan.

Wanita yang cantik selalu jadi idaman.
tidak munafik, tapi ini ungkapan.
tapi apa enaknya kalau cinta tanpa kesungguhan.
bukan cinta yang didapat, tapi hanya gombalan murahan.

Sujudlah selagi kau bisa.
menangislah jika itu ungkapan bahasa.
doa tak akan membuatmu binasa.
dan jadi bekal kelak kau dewasa.

Jumat, 04 April 2014

GORESAN TANGIS

Dulu adalah sekarang.
waktu berjalan mundur bila kau menangis.
waktu tak pernah memilih, kau itu bahagia ...
atau kau itu kesedihan ......

setiap detik kau akan selalu menangis ...
dan setiap jam kau akan selalu tertawa ...

dalam hidup tidak ada pilihan untuk memilihmu ...
karna kau bukan tangisan yang harus disesali.
Dan karna kau bukan kebahagiaan yang harus selalu dikenang...

hanyalah ihsan yang ada dalam hatimu.
menekuk badan ke tanah karena iman.
dan mati pada gema senja ... dalam fana gelapnya dunia.

DI UJUNG SENJA

Lihatlah keatas setinggi yang kau bisa.
apa yang kau rasakan ...
ketika hujan mulai membasahi.
dengan hati yang menjerit.
berteriak dengan nada amarah.
pelangi mulai memudar.
ditelan kejamnya pekat malam.

lihatlah gadis di ujung senja.
punya cinta lebih dari segalanya.
yang akan lenyap digerus oleh waktu.
karna cintanya tak bertuan.

kau biaskan cintaku ke sebuah cermin.
yang terlihat hanya kau di mata.
kaeika waktu membuaku seperti kaca berkarat.
kaulah yang tetap kulihat.

dengan pikiran aku mengenangmu.
dengan hati aku mencintaimu.
dengan raga aku memelukmu.
dengan lisan aku memujamu

TEMAN

Rantai tak akan putus, bila tak punya mata yang kuat.
tangan tak akan berjabat bila taidak dibalik maksud.
matahari menyinari tangan yang penuh nadi.
seperti aliran listrik yang menyalakan lampu jalan ....
terang .....  dan membawaku ke jalan pulang.
tak ada seorang pun yang rela, digigit  beruang grizzly hanya demi sebuah ikatan.
tak ada seorang pun yang mau ....
disiram guyuran hujan demi sebuah janji kecil ...
dialah sahabat....

agar tetap bersinar ....
tak perlu memilikinya ....
namun ....
tersenyumlah... padanya ...



BIAS MERAH MUDA

Semakin jauh berpisah semakin jauh mencari.
semakin sakit semakin jauh terjatuh.
semakin kau lupa semakin kuat di ingatan.
ada yang tak mungkin diubah menjadi mungkin.
mengeluh mencari jawaban yang sulit ....
atas pernyataan yang mudah.
tak banyak orang yang merasakan.
dan tak sedikit orang yang mencari agar dirasakan.
logika bisa terbalik dibuatnya.
namun hati yang memilah, bebas atau hancur.
jangan hanya terpesona pada raut wajah senja bernyanyi.
karena, semakin larut kau terhanyut.
semakin dalam kau menggelap ....
di malam yang kosong.


Selasa, 18 Februari 2014

lintang

lintang

ini untukmu yang selalu melihat ...
yang selalu berbicara dengan hati ...
yang selalu melukis kesedihan dengan warna
yang selalu melihat keatas demi air mata

jangan pernah berharap bahwa dunia tak bisa aku balik
aku pernah berdiri diatas hitam
tapi dikala cerah aku tak pernah tertawa
aku tertawa bila aku didalam pekatnya malam. ....

mataku tak pernah berdusta ...
hidupku bukan untuk kau lihat
dan bukan untuk menikmati duniamu ....

bila keadaan tak seanggun dirimu
itulah masanya air matamu berbicara
akulah satu satunya pelangi yang tersenyum bahagia
melihat tangisan pekat malammu, dimataku ..